TALIABU UTARA – Ratusan warga Desa Sahu, Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu, turun langsung bergotong royong membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan perkebunan Salome, Padang, hingga Ufung, pada Jumat (9/10/2026).
Kebakaran tersebut berdampak pada kawasan hutan dan perkebunan milik masyarakat Desa Tikong, Nunu, serta sejumlah wilayah di sekitarnya.
Di tengah upaya warga terdampak menghadapi kobaran api yang mengancam sumber penghidupan mereka, kehadiran masyarakat Desa Sahu menjadi wujud nyata solidaritas dan kepedulian antarsesama.
Secara sukarela, ratusan warga Sahu mendatangi lokasi kebakaran dengan membawa berbagai peralatan seadanya, seperti tangki penyemprot dan galon untuk membantu proses pemadaman.
Dengan mengandalkan tenaga, peralatan terbatas, serta semangat gotong royong, mereka berupaya menahan penyebaran api yang melahap kawasan hutan dan perkebunan masyarakat.
Partisipasi warga Sahu menjadi catatan penting di tengah musibah tersebut. Ketika kebakaran mengancam tanaman perkebunan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat, solidaritas tumbuh bukan semata melalui ucapan, melainkan melalui kehadiran dan tindakan nyata di lapangan.
Bagi warga yang terdampak, bantuan tersebut bukan hanya soal tenaga untuk memadamkan api. Kehadiran warga dari desa tetangga juga menghadirkan dukungan moral di tengah situasi sulit yang mereka hadapi.
Pj. Kepala Desa Tikong, Husdin La Kilo, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh warga Desa Sahu yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk membantu masyarakat terdampak kebakaran.
Menurutnya, kepedulian yang ditunjukkan warga Sahu merupakan bentuk kemanusiaan yang patut dihargai.
“Bantuan peralatan, tenaga, dan doa menjadi kekuatan tersendiri bagi masyarakat yang tengah berjuang menyelamatkan kawasan perkebunan mereka dari kobaran api”, tuturnya.
Ia juga mengapresiasi semangat kebersamaan yang terbangun di tengah masyarakat, terutama ketika bencana membutuhkan keterlibatan banyak pihak untuk menghadapinya.
Peristiwa ini sekaligus memperlihatkan bahwa batas administratif antardesa tidak seharusnya menjadi sekat bagi tumbuhnya solidaritas sosial.
Dalam keadaan darurat, kepedulian dan kesediaan untuk saling membantu menjadi modal penting bagi masyarakat untuk menghadapi persoalan bersama.
Di tengah kebakaran yang melanda kawasan Salome, Padang, hingga Ufung, gotong royong warga Sahu memberikan pelajaran bahwa kekuatan masyarakat tidak hanya terletak pada banyaknya sumber daya yang dimiliki, tetapi juga pada kesediaan untuk hadir ketika sesama membutuhkan pertolongan.
Meski demikian, upaya pemadaman dengan peralatan seadanya menunjukkan pentingnya dukungan penanganan kebakaran yang lebih memadai, termasuk koordinasi dengan pihak terkait agar api dapat dikendalikan dan dampak terhadap lingkungan serta sumber penghidupan warga tidak semakin meluas.
Solidaritas warga Sahu menjadi pengingat bahwa dalam menghadapi bencana, kepedulian bukan sekadar nilai yang diwariskan, melainkan tindakan nyata yang dapat meringankan beban sesama.












