Headline

Asap Tebal Masih Terlihat di Dekat Perkebunan Air Samumu, Relawan Terus Pantau Titik Api

×

Asap Tebal Masih Terlihat di Dekat Perkebunan Air Samumu, Relawan Terus Pantau Titik Api

Sebarkan artikel ini

TAJUKSATU.ID, Taliabu Maluku Utara – Kepulan asap tebal masih terlihat di salah satu titik dekat kawasan perkebunan Air Samumu. Berdasarkan pantauan menggunakan Drone oleh relawan warga Desa Tikong-Nunu, titik asap tersebut diperkirakan berjarak sekitar 700 meter dari posisi pemantauan.

Kondisi ini menjadi perhatian warga, terutama karena kawasan tersebut berada di sekitar perkebunan Cingkeh yang menjadi bagian dari aktivitas dan sumber penghidupan masyarakat. Munculnya kepulan asap menunjukkan bahwa potensi bahaya kebakaran masih perlu diwaspadai.

Wahid, salah seorang relawan yang menerbangkan Drone, menjelaskan bahwa sejumlah relawan telah bergerak mendekati titik sumber asap untuk melihat kondisi di lapangan. Namun, upaya tersebut menghadapi sejumlah kendala.

Baca juga  Warga Gotong Royong Padamkan Bara Api di Perkebunan Kawasan Padang

Medan yang terjal serta keterbatasan peralatan menjadi hambatan bagi relawan untuk menjangkau lokasi dengan cepat. Kondisi ini membuat pemantauan melalui udara menjadi salah satu cara untuk mengetahui situasi di titik yang sulit diakses.

“Medan yang terjal serta keterbatasan peralatan menjadi hambatan, untuk sementara kami hanhya bisa memantau meggunakan Drone,” Ungkapnya, Minggu (18/10/26).

Meski demikian, keberadaan asap tersebut tidak boleh dianggap sepele kata  Wahid. Selama sumber asap belum dipastikan aman, kewaspadaan perlu terus dijaga agar api tidak kembali membesar dan merambat ke area perkebunan warga.

Baca juga  Tokoh Adat Torosiaje Murka, Satu Riset UNG Bunuh Mata Pencaharian Nelayan

“Bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut, situasi ini menjadi pengingat bahwa ancaman kebakaran belum sepenuhnya berakhir. Upaya pemadaman dan pemantauan membutuhkan kehati-hatian, kesiapan peralatan, serta koordinasi antar relawan dan warga,” Imbuhnya.

Masyarakat diharapkan tetap waspada dan tidak lengah. Warga juga diimbau untuk berpartisipasi dalam upaya penanganan kebakaran sesuai kemampuan dan kondisi yang aman, serta segera melaporkan apabila melihat titik api atau kepulan asap baru.

Wahid menrankan, situasi seperti ini, kepedulian bersama menjadi hal penting. Namun, keselamatan relawan dan warga harus tetap menjadi prioritas. Hindari menerobos medan berbahaya tanpa perlengkapan yang memadai dan jangan mendekati sumber api apabila kondisi tidak memungkinkan.

Baca juga  Punya Kekayaan SDA Mineral, Indonesia Jadi Raja Industri Dunia

Kebakaran bukan hanya persoalan api yang membakar lahan, tetapi juga ancaman terhadap perkebunan, lingkungan, kesehatan, dan kehidupan masyarakat. Karena itu, kewaspadaan tidak boleh berhenti hanya karena api tidak lagi terlihat membesar.

“Pemantauan terus diperlukan untuk memastikan kondisi di sekitar Air Samumu tetap terkendali. Dengan kerja sama warga, relawan, dan pihak terkait, risiko meluasnya kebakaran di kawasan perkebunan diharapkan dapat dicegah,” Tutupnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *