Tajuk1.id, Pohuwato, 2 April 2025 – Warga Desa Balayo, Kecamatan Patilanggio, Kabupaten Pohuwato, tengah dilanda kecemasan akibat pengelolaan limbah dari tangki emas yang mengandung bahan kimia berbahaya.
Di kutip pada laman berita Tabe news, Limbah yang dibuang sekitar 20 meter dari pemukiman warga tersebut semakin mengkhawatirkan karena sering meluap dan mencemari sungai yang menjadi sumber air bagi kehidupan masyarakat setempat.
Dalam pengelolaan tersebut, limbah tidak hanya berasal dari aktivitas tambang di kawasan setempat, tetapi juga dari pemasok luar Kabupaten Pohuwato.
Warga mengungkapkan bahwa hujan deras seringkali menyebabkan limbah ini mengalir ke sungai yang digunakan untuk mandi, mencuci, hingga memenuhi kebutuhan ternak.
“Kami sangat khawatir karena air sungai yang tercemar ini digunakan oleh warga untuk berbagai keperluan sehari-hari. Tak hanya manusia, ternak kami juga bergantung pada air tersebut,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain menimbulkan dampak lingkungan yang serius, limbah ini juga berpotensi membahayakan kesehatan. Ahli lingkungan menyebutkan bahwa bahan kimia yang terkandung dalam limbah ini dapat merusak ekosistem dan berisiko bagi kesehatan warga serta hewan ternak.
Dugaan bahwa pengelolaan limbah ini mendapat perlindungan dari seorang anggota LSM yang bekerja di salah satu institusi Polda Gorontalo semakin memperburuk situasi. Hal ini membuat warga enggan menyuarakan protes mereka karena takut akan adanya intimidasi atau pembalasan.
Pada 8 Maret 2025, hujan deras menyebabkan tempat penampungan limbah meluap dan mengalir ke pemukiman, semakin mempertegas urgensi masalah ini. Warga mendesak pemerintah dan kepolisian untuk segera bertindak.
“Kami meminta agar tempat pengelolaan limbah emas ini segera ditertibkan. Kami juga berharap agar oknum LSM yang diduga membekingi lokasi ini diperiksa,” tambah salah seorang warga.












