TAJUK1.ID, Gorontalo – Aksi unjuk rasa yang digelar di depan kantor Gubernur dan DPRD Provinsi Gorontalo pada Kamis (11/9) berakhir dengan nada lantang dan pesan politik yang keras.
Massa yang dipimpin oleh Lion Paneo menyerukan penangkapan Marten Basaur yang dituding sebagai pembuat onar di Gorontalo.
“Jangan biarkan Marten Basaur merusak tatanan di daerah ini. Tangkap dan adili segera sebelum konflik sosial semakin meluas,” tegas Lion Paneo dalam orasinya yang disambut pekikan massa.
Pasalnya menurut massa aksi, harus ada transparansi terhadap aduan yang di alamatkan kepada Marten, sudah sejauh mana proses hukum yang sedang berjalan.
Dengan adanya postingan di sosial media secara terus-menerus oleh Marten, justru mencoeng nama baik Insiusi Kepolisian dan pemerintah di Gorontalo. Jangan sampai ada animo yang timbul bahwa Marten mampu mengatur Kapolda dan pemerintah.
“Publik perlu tau siapa dibelekang Marten, sehingga ia nampak kebal hukum dan meremehkan pemerintah serta menimbulkan konflik sosial”, tukasnya.
Selain menyerukan aparat untuk bertindak tegas, para pengunjuk rasa juga mengingatkan agar pemerintah tidak mengutak-atik tambang rakyat yang ada di Provinsi Gorontalo.
Mereka menilai ribuan warga menggantungkan hidup dari aktivitas tambang rakyat, dan kebijakan yang menekan hanya akan memperdalam krisis sosial-ekonomi di daerah.
“Tambang rakyat bukan sekadar sumber penghasilan, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat. Jangan ada pihak yang coba-coba mempermasalahkan,” ujar Lion Paneo

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan apresiasi kepada Perwkilan Gubernur dan Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo yang turun langsung menerima tuntutan mereka di kantor yang bebeda.
Pemenrintah Eksekutuf dan DPRD pun berjanji akan menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui rapat dengar pendapat (RDP) bersama seluruh unsur Forkopimda Provinsi.
Kesepakatan itu diperkuat dengan penandatanganan bersama antara perwakilan massa aksi, perwakilan Gubernur dan anggota Komisi I DPRD.
Bagi Lion Paneo, aksi kali ini bukan sekadar protes jalanan, melainkan suara rakyat yang menuntut keadilan, keberpihakan, serta penghentian segala bentuk kriminalisasi terhadap tambang rakyat di Gorontalo.








