Kriminal

Rentetan Teror Aktivis di Gorontalo: Harun Alulu Jadi Korban Baru Penganiayaan Brutal

×

Rentetan Teror Aktivis di Gorontalo: Harun Alulu Jadi Korban Baru Penganiayaan Brutal

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi-penganiayaan
Ilustrasi-penganiayaan

Tajuk1.id, – Serangan terhadap aktivis di Gorontalo kembali terjadi. Harun Alulu, mantan Presiden Mahasiswa Universitas Gorontalo sekaligus Koordinator BEM Nusantara wilayah Gorontalo, diserang oleh empat orang tak dikenal pada Selasa dini hari (13/5).

Insiden tersebut berlangsung saat Harun baru saja keluar dari Sekretariat HMI Cabang Limboto dan dalam perjalanan pulang ke tempat kosnya.

Empat pelaku yang mengendarai motor matic jenis NMax mengenakan pakaian hitam dan penutup wajah. Mereka membawa balok kayu dan langsung menghantamkan benda tumpul itu ke punggung Harun tanpa peringatan, menyebabkan luka serius. Lokasi kejadian diketahui berada di sekitar area perkantoran Pemerintah Kabupaten Gorontalo.

Baca juga  Warga Buhu Gugat Kepala Desa: Dinilai Langgar Adat, Aliansi Desak Pemberhentian

Setelah mengalami kekerasan fisik, Harun segera melaporkan kejadian ini ke Polres Gorontalo. Namun, yang lebih mengkhawatirkan, kasus ini menambah panjang daftar teror terhadap aktivis di wilayah tersebut.

Baca juga  Istri Tikam Suami Usai Temukan di Room Karaoke Bersama Wanita Lain

Pekan sebelumnya, Ketua salah satu LSM di Gorontalo juga menjadi korban kekerasan dengan pola penyerangan serupa. Ciri kendaraan dan taktik pelaku hampir identik. Hal ini memunculkan dugaan bahwa ada upaya sistematis untuk membungkam suara-suara kritis terhadap kebijakan publik yang dianggap merugikan masyarakat.

Tak berhenti di situ, seorang aktivis lainnya, Hidayat Musa, juga mengalami penyerangan pada malam Minggu, 27 April 2025. Ia diserang oleh pelaku yang juga menggunakan sepeda motor NMax, menambah daftar korban yang diserang dalam pola yang hampir sama.

Baca juga  Perumda Muara Tirta Kota Gorontalo Laporkan Pencurian 29 Meteran Air ke Polisi

Situasi ini memicu kekhawatiran di kalangan aktivis Gorontalo. Mereka merasa ruang aman untuk menyampaikan aspirasi semakin sempit. Namun, tekad mereka belum luntur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *