pendidikan

KKN Unisan di Desa Bongo Hulawa Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Desa

×

KKN Unisan di Desa Bongo Hulawa Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Desa

Sebarkan artikel ini

TAKUKSATU.ID, GORONTALO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ichsan (Unisan) Gorontalo melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Bongohulawa, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo, dengan mengusung tema “Mendorong Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Keunggulan Desa.”

Program tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas masyarakat dalam mengoptimalkan sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan pangan desa yang berkelanjutan.

Kegiatan KKN berlangsung selama satu bulan, mulai 15 Juni hingga 15 Juli 2026. Seluruh rangkaian program dilaksanakan melalui kolaborasi antara mahasiswa, Pemerintah Desa Bongohulawa, Tim Penggerak PKK, Karang Taruna, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta masyarakat setempat.

Program tersebut dirancang sebagai bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan pendekatan pemberdayaan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan.

Mahasiswa tidak hanya melakukan pendampingan, tetapi juga menghadirkan inovasi berbasis potensi lokal yang diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi jangka panjang.

Baca juga  Finalis SDMI 4 Hidupkan Semangat Maritim di Museum Bahari

Salah satu program unggulan yang diperkenalkan ialah pelatihan pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi. Beberapa produk yang dikembangkan antara lain Corn Silk Tea atau teh rambut jagung, Krispi Grubi (Katang-Katang), serta Kremes Singkong.

 

Produk-produk tersebut dipilih karena memanfaatkan komoditas yang mudah ditemukan di Desa Bongohulawa, sekaligus membuka peluang diversifikasi usaha bagi masyarakat.

Selain pelatihan pengolahan pangan, mahasiswa juga melaksanakan observasi potensi desa, penyuluhan, sosialisasi, demonstrasi pembuatan produk, praktik langsung bersama warga, pendampingan, hingga evaluasi kegiatan.

Pendekatan tersebut dilakukan secara partisipatif agar masyarakat memperoleh pengetahuan sekaligus keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri setelah masa KKN berakhir.

Secara akademis, program ini mencerminkan konsep pembangunan berbasis aset lokal (asset-based community development), yakni memanfaatkan potensi sumber daya yang telah dimiliki masyarakat sebagai fondasi penguatan ekonomi desa. Pendekatan tersebut dinilai lebih berkelanjutan karena berorientasi pada peningkatan kapasitas masyarakat dibandingkan sekadar pemberian bantuan sesaat.

Baca juga  Sumitro Antu Nahkodai BEM FISIP Universitas Ichsan Gorontalo 2025-2026

Kepala Desa Bongohulawa Muchtar Samsur Surpin S.H menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program KKN yang dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, inovasi yang dibawa mahasiswa menjadi langkah strategis dalam mendorong lahirnya usaha berbasis potensi desa.

“Kami menyambut baik pelaksanaan KKN di Desa Bongohulawa. Program-program yang dijalankan mahasiswa, khususnya yang berfokus pada ketahanan pangan dan pemanfaatan potensi lokal, sangat bermanfaat bagi masyarakat. Harapannya, ilmu dan inovasi yang diberikan dapat terus diterapkan serta menjadi peluang usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya. Sabtu 4/7/26

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Darmawati ABD Razak S.IP menegaskan bahwa Kuliah Kerja Nyata merupakan media bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan kebutuhan nyata masyarakat.

“Kuliah Kerja Nyata merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan secara langsung di tengah masyarakat. Melalui program yang berorientasi pada potensi unggulan desa, mahasiswa tidak hanya belajar menyelesaikan permasalahan di lapangan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat Desa Bongohulawa,” katanya.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Universitas Ichsan Gorontalo berharap masyarakat mampu mengembangkan berbagai produk olahan berbasis komoditas lokal menjadi usaha produktif yang memiliki daya saing.

Baca juga  HMP-IK Akan Sosialisasi Prodi Ilmu Komunikasi Unisan di SMA N 1 Kabila

Di sisi lain, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga melalui pemanfaatan sumber daya desa secara optimal dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *