TALIABU UTARA – Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum sepenuhnya terkendali, warga terdampak di Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu, kembali bergerak. Mereka bergotong royong menelusuri kawasan hutan untuk mencari titik api yang diduga masih menyala.
Andi Latima, salah seorang warga desa Tikong yang terlibat dalam penelusuran api mengatakan, penelusuran dilakukan melalui dua titik keberangkatan, yakni Posko Salome dan Posko Desa Padang. Kami bergerak sejak pukul 09.00 wit hingga berakhir dengan sampai menemukan titip api
Warga membagi diri menjadi dua tim yang bergerak menuju kawasan Air Samumu, lokasi yang diduga menjadi salah satu sumber api berdasarkan kumpulan asap dan pantauan drone pada malam sebelumnya.

“Langkah ini dilakukan untuk memastikan keberadaan titik api yang belum berhasil dijangkau sepenuhnya. Warga berharap penelusuran tersebut dapat membantu menentukan lokasi kebakaran secara lebih tepat sehingga upaya pemadaman bisa dilakukan dengan terarah,” ucapnya.
Menurutnya, kumpalan asap yang terpantau dari udara menjadi petunjuk awal bagi warga untuk menentukan arah penelusuran. Namun, lokasi tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan langsung di lapangan.
Andi menerangkan bagi warga, menemukan titik api menjadi pekerjaan mendesak. Api yang belum sepenuhnya padam berpotensi kembali membesar dan meluas, terutama ketika kondisi cuaca panas dan angin mendukung penyebaran bara.
Karena itu, warga memilih bergerak bersama, menembus kawasan hutan dengan kemampuan dan peralatan yang tersedia. Mereka berupaya menjangkau area yang diduga masih terbakar sekaligus memastikan kondisi di sekitar lokasi.
Kebakaran yang melanda kawasan hutan dan perkebunan masyarakat telah menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi warga yang menggantungkan hidup pada hasil kebun. Kerusakan tanaman dan ancaman meluasnya kebakaran menjadi persoalan yang harus dihadapi bersama.
Di tengah situasi tersebut, gotong royong menjadi kekuatan warga untuk bertahan dan saling membantu. Namun, keberanian masyarakat yang turun langsung ke lapangan juga perlu diimbangi dukungan nyata dari pemerintah dan petugas terkait, baik berupa peralatan pemadaman, pemantauan titik api, maupun langkah penanganan yang terkoordinasi.
Penelusuran menuju Air Samumu diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi kebakaran dan membantu warga menentukan langkah berikutnya.
Sebab, memadamkan api bukan hanya soal menghentikan kobaran yang terlihat. Upaya itu juga berarti memastikan tidak ada titik api yang tertinggal dan berpotensi kembali mengancam hutan, perkebunan, serta keselamatan masyarakat.
“Hingga titik api benar-benar dipastikan padam, kewaspadaan dan kerja sama semua pihak tetap dibutuhkan” tutupnya.












