HeadlineMetropolis

Puluhan Massa Demo di Polda Gorongalo Desak Penangkapan Aktor Tambang Ilegal Pohuwato

×

Puluhan Massa Demo di Polda Gorongalo Desak Penangkapan Aktor Tambang Ilegal Pohuwato

Sebarkan artikel ini

Tajuk1.id, GORONTALO — Puluhan orang yang tergabung dalam aksi massa menggelar demonstrasi di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo, Selasa (23/4), menuntut penindakan tegas terhadap aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Balayo, Kecamatan Patilanggio, Kabupaten Pohuwato. Dalam orasi, massa menyebut nama “Ka Uwa” sebagai sosok yang diduga kuat menjadi aktor utama di balik tambang ilegal tersebut.

Aksi yang dipimpin oleh Fadli, selaku koordinator lapangan, berlangsung selama tiga jam. Ia menyampaikan kritik tajam terhadap Kapolda Gorontalo yang dinilai lamban menindak kasus PETI yang semakin meresahkan masyarakat dan berdampak buruk terhadap lingkungan hidup di wilayah Pohuwato.

“Kami menyoroti lemahnya penegakan hukum terhadap mafia tambang ilegal. Ka Uwa disebut-sebut sebagai dalang utama, tetapi hingga kini belum ada tindakan nyata dari aparat. Siapa dia sebenarnya, hingga hukum seakan lumpuh di hadapannya?” ujar Fadli dalam orasinya.

Tak hanya itu, massa juga menuntut pencopotan Kapolres Pohuwato dan Kapolsek Patilanggio, karena dianggap gagal menjalankan fungsi pengawasan dan penindakan terhadap aktivitas tambang ilegal yang diduga telah berlangsung cukup lama.

Dalam tanggapan resminya, perwakilan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Gorontalo menerima aspirasi massa dan menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Fadli menegaskan, apabila tuntutan massa tidak direspons secara konkret, pihaknya akan menggelar aksi lanjutan atau “jilid dua” dengan isu yang sama. Mereka juga berencana melayangkan laporan resmi kepada aparat penegak hukum.

“Kami ingin melihat keseriusan institusi kepolisian dalam menindak mafia tambang. Jika hukum hanya tajam ke bawah, dan tumpul ke atas, maka keadilan hanyalah ilusi,” tutup Fadli.

Aksi ini menjadi bagian dari dinamika sosial yang mencerminkan keresahan masyarakat terhadap eksploitasi sumber daya alam yang tak terkendali dan ketimpangan dalam penegakan hukum. Seperti kata sosiolog Funco Tanipu, “Setiap tambang ilegal bukan hanya cerita kerusakan lingkungan, tapi juga soal siapa yang dibiarkan kebal oleh sistem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *