Tajuk1.id, Gorontalo – Presiden Mahasiswa Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG), Yuanita Lakoro, mengecam keras tindakan kekerasan terhadap sejumlah aktivis yang terjadi di Gorontalo. Korban dalam insiden tersebut antara lain Ketua Liga Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (LMID) Hidayat Musa, Ketua Gerakan Aktivis Milenial (GAM) Amin Suleman, serta Koordinator BEM Nusantara Harun Alulu.
Ketiganya dilaporkan mengalami pengeroyokan oleh sekelompok orang tidak dikenal. Menanggapi peristiwa ini, Yuanita menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pembungkaman terhadap suara-suara kritis dan sebagai ancaman terhadap ruang demokrasi di daerah.
“Saya mengecam keras tindakan kekerasan ini. Ini merupakan upaya untuk membungkam kebebasan berekspresi yang dijamin oleh konstitusi,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Rabu (14/5).
Ia juga mendesak Kapolda Gorontalo agar segera mengambil langkah tegas dan profesional dalam mengusut kasus tersebut. Yuanita mengingatkan bahwa aparat penegak hukum seharusnya memberikan perlindungan kepada para aktivis, bukan justru membiarkan kekerasan terus terjadi.
“Jangan hanya melempar batu dan sembunyi tangan. Berikan keadilan bagi para aktivis yang menyuarakan aspirasi rakyat,” katanya.
Yuanita juga mengkritisi pembentukan panitia khusus (pansus) oleh pihak berwenang. Ia menekankan bahwa pansus tidak boleh hanya menjadi formalitas untuk menunjukkan respons cepat atas perintah Kapolri, melainkan harus bekerja secara transparan dan terbuka kepada publik.
“Pansus harus bisa menunjukkan secara jelas perkembangan investigasi kasus ini. Jangan ada dusta di antara kita. Tingkat kepercayaan masyarakat kepada Polri sedang menurun. Jika kasus ini berhasil diusut tuntas, masyarakat pasti akan mengapresiasi,” tegasnya.
Ia juga menyerukan agar Gorontalo tetap menjadi wilayah yang menjamin keamanan berekspresi dan terbuka terhadap kritik, bukan sebaliknya.












