Headline

Musyawarah IKA FH ke-5: Panggung Demokrasi Alumni Hukum Ichsan

×

Musyawarah IKA FH ke-5: Panggung Demokrasi Alumni Hukum Ichsan

Sebarkan artikel ini
Potret: Dekan Fakultas Hukum Universitas Ichsan Gorontalo, Dr. Hijrah Lahaling saat membuka giat mesyawarah IKA Alumni
Potret: Dekan Fakultas Hukum Universitas Ichsan Gorontalo, Dr. Hijrah Lahaling saat membuka giat mesyawarah IKA Alumni

Tajuk1.id, Gorontalo — Musyawarah ke-5 Ikatan Alumni Fakultas Hukum (IKA FH) Universitas Ichsan Gorontalo dipastikan akan menjadi momentum demokrasi yang menarik dan penuh dinamika. Sejumlah nama calon ketua mulai bermunculan dari berbagai lintas angkatan, menandai babak baru dalam sejarah panjang kiprah alumni Fakultas Hukum.

Dengan telah lahirnya 20 angkatan alumni sejak fakultas ini berdiri, atmosfer musyawarah kali ini jauh dari biasa. Gelombang keterlibatan aktif para alumni, baik dari dalam maupun luar daerah, memberikan sinyal kuat bahwa proses kontestasi akan berjalan terbuka, sehat, dan sarat gagasan segar.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Ichsan Gorontalo, Dr. Hijrah Lahaling, menyambut baik geliat demokrasi yang mengemuka dalam musyawarah tersebut. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara IKA FH dan fakultas demi satu tujuan besar: mewujudkan akreditasi unggul. Sabtu (24/05/25)

“Musyawarah ini adalah wajah lain dari kedewasaan alumni kami. Ini bukan sekadar pemilihan ketua, tapi ruang konsolidasi gagasan. Saya berharap siapapun yang terpilih nanti, mampu bersinergi aktif dengan fakultas untuk mendorong visi fakultas hukum yang unggul dan progresif,” ungkap Dr. Hijrah.

Musyawarah ini tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, namun juga menjadi ruang bertemunya idealisme, pengalaman, dan jaringan para alumni lintas generasi. Banyak pihak meyakini, IKA FH ke depan akan memainkan peran strategis yang lebih signifikan dalam mendukung kemajuan akademik dan profesional fakultas.

Lanjut dekan, bahwa musyawarah ke-5 ini akan digelar dengan mekanisme yang transparan dan partisipatif adil dan dapat dipertanggung jawabkan.

“Kita ingin memastikan bahwa seluruh proses berjalan demokratis. Ini bukan soal siapa yang menang, tapi bagaimana alumni bisa kembali terlibat aktif dalam membangun almamater,” ujarnya.

Dengan latar keberagaman profesi para alumni dari akademisi, praktisi hukum, hingga pejabat publik dapat dipastikan bahwa forum ini menjadi titik temu yang penuh semangat kekeluargaan dan tanggung jawab kolektif.

“Musyawarah IKA FH ke-5 Universitas Ichsan Gorontalo kali ini bukan hanya panggung kontestasi, tetapi juga perayaan kolaborasi, kenangan, dan harapan. Sebuah peristiwa yang membuktikan bahwa hukum tidak hanya bicara soal norma dan pasal, tapi juga solidaritas dan kontribusi nyata,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *