TAJUKSATU.ID, Taliabu Utara – Donasi dari masyarakat untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perkebunan di wilayah Desa Tikong dan Desa Nunu, Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu, terkumpul sebesar Rp62.560.000. Dari jumlah tersebut, dana yang tersisa saat ini sebesar Rp11.178.000.
Informasi ini di himpun saat rapat evaluasi warga desa Tikong dan Desa Nunu yang dipimpin oleh oleh Pj. Kepala desa Tikong Husdin La Kali S.Pd dan Bendahara desa Nunu Adelo Ode Husu S.Pd, bertempat di posko Salome pada Senin (12/10/2026).
Dana donasi tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga dalam upaya pemadaman api, termasuk pembelian logistik bagi masyarakat yang terlibat langsung dalam penanganan kebakaran.
Sejak kebakaran melanda kawasan perkebunan, pada Senin 5 Oktober 2026, masyarakat secara sukarela mengambil bagian dalam upaya penanganan. Ada yang turun langsung mencari dan memadamkan titik api, sementara warga lainnya dalam hal ini Ibu-ibu desa membantu menyediakan makanan, minuman, serta kebutuhan pendukung.
Di tengah situasi tersebut, donasi menjadi salah satu bentuk dukungan masyarakat desa dan para donatur untuk memastikan upaya pemadaman dapat terus berjalan, terutama ketika warga menghadapi keterbatasan peralatan dan kondisi medan yang sulit dijangkau.
“Penyampaian informasi mengenai jumlah donasi yang terkumpul dan sisa dana dimaksudkan sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat. Transparansi ini penting agar dana yang dihimpun dari kepedulian warga dapat diketahui penggunaannya dan dipertanggungjawabkan secara terbuka”, Ungkap Husdin.
Husdin menerangkan, rincian penggunaan anggaran, termasuk pembelanjaan untuk kebutuhan pemadaman dan logistik, masih dalam proses perampungan. Rincian tersebut akan disiapkan lebih lanjut untuk memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai penggunaan dana donasi.
“Keterbukaan laporan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Sebab, donasi yang terkumpul bukan sekadar bantuan dalam bentuk uang, melainkan juga wujud kepedulian dan kepercayaan warga yang perlu dijaga melalui pengelolaan yang tertib, transparan, dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Dengan sisa anggaran yang ada dan situasi kebakaran yang belum bisa dipastikan kapan akan berakhir, muncul ke kekhawatiran bagi warga desa anggaran yang tersisa tidak akan cukup untuk akomodasi penanganan kebutuhan logistik warga yang secara suka rela memadamkan kobaran api.
Meski demikian, antusias warga masih sangat luar biasa, hal tersebut ditandai dari kesukarelaan warga yang tetap terjaga siang dan malam di wilayah perkebunan yang berdekatan dengan titik kebakaran.
catatan redaksi : laporan ini bersifat sementara dan akan lebih di maksimalkan usai kebakaran berakhir












