TAJUK1.ID, Gorontalo – Forum Temu BEM Provinsi Gorontalo ke-V yang digelar di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Gorontalo, Sabtu (30/11), menetapkan Erlin Adam sebagai Koordinator BEM Provinsi Gorontalo periode berikutnya.
Pemilihan ini menjadi penanda fase baru dalam trajektori organisasi kemahasiswaan di tingkat provinsi yang selama beberapa tahun terakhir bergerak dinamis dalam isu sosial, demokrasi, dan pembangunan daerah.
Proses pemilihan berlangsung melalui mekanisme musyawarah yang melibatkan perwakilan BEM dari berbagai perguruan tinggi di Gorontalo.
Setelah melalui penyampaian visi-misi, diskusi panel, serta penilaian atas rekam jejak kepemimpinan, peserta sidang sepakat memilih Erlin sebagai figur yang dianggap mampu membawa konsolidasi mahasiswa ke arah yang lebih terstruktur dan responsif terhadap tantangan regional.
Dalam penyampaian pernyataan usai ditetapkan sebagai koordinator, Erlin menegaskan komitmennya untuk memperkuat fungsi BEM Provinsi sebagai ruang advokasi strategis. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas kampus dalam merespons isu-isu seperti pembangunan berkelanjutan, tata kelola pemerintahan daerah, serta peningkatan kualitas demokrasi lokal.
“Gerakan mahasiswa tidak boleh terjebak pada seremoni. Ia harus hadir sebagai konstruksi sosial yang mampu memperbaiki relasi antara publik, pemerintah, dan kampus,” ujarnya dalam forum tersebut.
Ia juga menyatakan bahwa BEM Provinsi akan diperkuat melalui riset kebijakan, data lapangan, serta dialog intensif dengan para pemangku kepentingan.
Pemilihan Erlin Adam juga dinilai sebagai momentum konsolidatif. Beberapa pihak yang hadir menilai bahwa soliditas BEM Provinsi Gorontalo selama ini membutuhkan penyegaran struktur dan strategi gerakan.
Dengan kepemimpinan baru, diharapkan BEM dapat lebih adaptif menghadapi isu-isu aktual seperti pemerataan akses pendidikan, digitalisasi tata kelola kampus, sampai inklusi kelompok-kelompok rentan.
Temu BEM Provinsi Gorontalo ke-V ini juga menghasilkan beberapa rekomendasi strategis, di antaranya penguatan jejaring mahasiswa tingkat regional, pelembagaan agenda dialog kebijakan publik, serta penyusunan peta jalan (roadmap) gerakan mahasiswa Gorontalo lima tahun ke depan.
Rekomendasi ini diharapkan tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi dijalankan sebagai orientasi praksis gerakan yang berdampak nyata.
Dengan terpilihnya Erlin Adam, BEM Provinsi Gorontalo memasuki fase baru yang menuntut harmoni antara idealisme mahasiswa dan realitas pembangunan daerah.
Harapan publik kini tertuju pada kemampuan kepemimpinan baru tersebut dalam merawat tradisi kritis mahasiswa sembari menghadirkan solusi yang berbasis riset, etika publik, dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat luas..












