Maluku Utara

Serapan APBD Pulau Taliabu 2025 Masih Rendah, PAD Baru Terealisasi 0,21 Persen

×

Serapan APBD Pulau Taliabu 2025 Masih Rendah, PAD Baru Terealisasi 0,21 Persen

Sebarkan artikel ini

Tajuk1.id, Maluku Utara – Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, melaporkan perkembangan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 hingga pertengahan Mei. Data yang dikumpulkan dari Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) menunjukkan bahwa penyerapan anggaran masih terbilang lambat.

Berdasarkan laporan tersebut, total realisasi APBD baru mencapai Rp44,67 miliar atau sekitar 6,38 persen dari total target pendapatan sebesar Rp699,87 miliar. Angka ini mengindikasikan bahwa optimalisasi pendapatan daerah masih menjadi tantangan besar.

Kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) berada pada level sangat rendah. “PAD Pemkab Taliabu tercatat baru menyumbang sebagian kecil dari target yang telah ditetapkan,” demikian kutipan dari laporan Tribun.id.

PAD yang dirancang sebesar Rp39,24 miliar baru terealisasi sekitar Rp80 juta atau hanya 0,21 persen. Secara rinci, realisasi pajak daerah belum mencapai Rp10 juta, sementara retribusi daerah baru menyentuh angka Rp40 juta. Pendapatan dari sektor lain juga belum menunjukkan progres signifikan.

Sementara itu, komponen transfer dari pemerintah pusat mencatat realisasi Rp44,59 miliar dari anggaran sebesar Rp632,60 miliar, setara 7,05 persen. Sedangkan transfer antar daerah belum mencatat realisasi sama sekali.

Dari sisi belanja daerah, serapan mencapai Rp62,14 miliar atau 8,88 persen dari total anggaran. Belanja pegawai menjadi yang paling besar diserap yakni Rp25,02 miliar, disusul belanja barang dan jasa sebesar Rp14,09 miliar, serta belanja modal Rp8,96 miliar.

Komponen belanja lainnya mencatat penggunaan Rp14,07 miliar dari total Rp112,07 miliar. Menariknya, belanja hibah justru menunjukkan realisasi luar biasa dengan persentase mencapai 308,69 persen dari alokasi awal Rp1,46 miliar.

Adapun pembiayaan daerah, baik penerimaan maupun pengeluaran, belum terealisasi per Mei 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *