BeritaPrespektif

Silaturahmi Perantau Wakatobi di Gorontalo Menjaga Identitas di Tanah Rantau

×

Silaturahmi Perantau Wakatobi di Gorontalo Menjaga Identitas di Tanah Rantau

Sebarkan artikel ini

Tajuk1.id, Gorontalo – Di tengah kesibukan dan kebisingan kehidupan perantauan, silaturahmi antar sesama perantau Wakatobi di moment hari raya IdulFitri 1446 Hijriah menjadi kekuatan yang mengikat mereka.

Hal ini disampaikan oleh La Sinta Olu, seorang perantau asal Wakatobi, saat berbincang dengan awak media tajuk1.id pada rabu (02/04/25).

Menurut La Sinta, meski hidup di luar Wakatobi, baik di Kecamatan Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, atau Binongko, kekuatan silaturahmi antar sesama perantau sangatlah penting.

“Silaturahmi ini adalah benang merah yang menghubungkan kita semua, meski terpisah jarak dan waktu,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa melalui pertemuan-pertemuan sederhana, bahkan mungkin setahu dua kali karena moment lebaran, meskipun hanya sesaat, perasaan seperti kembali ke rumah bisa dirasakan.

“Percakapan tentang desa, laut, dan sejarah membuat kami merasa lebih dekat dengan akar kami, meski jauh dari tanah leluhur,” tambahnya.

Silaturahmi, bagi La Sinta, bukan hanya sekadar interaksi sosial, melainkan sebuah pengingat akan identitas budaya yang harus dijaga.

Ia menekankan bahwa meski dunia semakin modern dan serba sibuk, perantau Wakatobi harus terus merayakan dan melestarikan warisan budaya mereka.

“Sebagai perantau, kita bukan hanya membawa nama, tetapi juga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh nenek moyang kami,” imbuhnya

Ditempat yang sama, Minarni Sastro Kades Ulopato B Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo yang juga leluhurnya berasal dari wakatobi menyoroti pentingnya komunitas perantau sebagai wadah untuk saling mendukung.

“Komunitas ini tidak hanya terbatas pada pertemuan fisik, tetapi juga pada dukungan moral dan emosional yang saling diberikan. Kita saling mengingatkan tentang pentingnya menjaga hubungan dengan keluarga dan kampung halaman,” katanya.

Minarni percaya, bahwa melalui silaturahmi, perantau Wakatobi tidak hanya menjaga hubungan sosial, tetapi juga memperkuat tekad untuk menjaga dan menyebarkan nilai-nilai budaya mereka, baik di tanah rantau maupun ketika kembali ke tanah leluhur.

“Silaturahmi ini adalah cara terbaik untuk memastikan akar budaya kita tetap tumbuh subur di mana pun kita berada,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *