Headline

Titik Api Terbaru di Air Samumu Membesar Kembali, Kebun Cengkeh Warga Tikong-Nunu Terancam

×

Titik Api Terbaru di Air Samumu Membesar Kembali, Kebun Cengkeh Warga Tikong-Nunu Terancam

Sebarkan artikel ini
Screenshot

TALIABU UTARA – Titik api di kawasan perkebunan cengkeh milik warga Desa Tikong dan Nunu, Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu, tepatnya di sekitar Air Samumu, dilaporkan membesar kembali setelah sebelumnya sempat dipadamkan oleh puluhan warga dengan peralatan seadanya.

Sebelumnya, warga bergotong royong melakukan upaya pemadaman dengan membersihkan rumput kering, dedaunan, dan ranting yang mudah terbakar. Mereka juga membuat batas penghalang untuk menahan pergerakan api serta menyiram area yang terbakar menggunakan tangki penyemprot.

Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api merambat ke kawasan perkebunan warga. Namun, keterbatasan peralatan dan sumber air menjadi tantangan tersendiri dalam mengendalikan kebakaran.

Setelah seharian berjibaku dengan api, sejumlah warga memutuskan kembali ke kampung untuk beristirahat dan memulihkan tenaga lebih kurang pukul 17.40 Wit. Keputusan itu diambil ketika kobaran api terlihat mulai mereda. Meski demikian, beberapa warga tetap bertahan di lokasi untuk berjaga dan memantau perkembangan situasi.

Baca juga  Nadiem Makarim Jadi Tersangka Korupsi Chromebook Rp9,9 Triliun, Publik Tunggu Langkah Kejagung

Sekitar dua jam kemudian, pukul 20.40 Wit kabar mengenai membesarnya kembali titik api beredar melalui grup percakapan WhatsApp warga. Seorang warga bernama Irfan menginformasikan bahwa api kembali membesar dan dikhawatirkan merambat ke sejumlah kebun cengkeh milik masyarakat. Sabtu (10/10/26)

Berdasarkan informasi tersebut, pergerakan api diperkirakan mengarah ke tiga sisi, yakni utara, barat, dan selatan. Di sisi utara, api dikhawatirkan mendekati perkebunan milik La Ade, Wa Liana, Pribadi, dan sejumlah pemilik kebun lainnya. Sementara di sisi barat, perambatan api dilaporkan mengarah dari kawasan kebun La Ade ke bagian bawah hingga wilayah Salome.

Baca juga  Partai Ka'bah dan Lemahnya Iman Kader: Wajah Buram Moralitas

Dari sejumlah arah tersebut, titik api yang berada di sisi utara disebut paling dekat dengan kawasan perkebunan cengkeh warga sehingga memerlukan perhatian serius.

Kondisi ini menambah kekhawatiran masyarakat, terutama bagi para pemilik kebun yang menggantungkan penghidupan dari hasil perkebunan. Jika api kembali meluas, bukan hanya vegetasi hutan dan semak belukar yang terancam, tetapi juga tanaman produktif yang menjadi sumber ekonomi keluarga.

Peristiwa ini sekaligus memperlihatkan bahwa upaya pemadaman yang dilakukan warga dengan peralatan terbatas menghadapi tantangan besar. Api yang sempat terlihat mereda ternyata dapat kembali membesar, sehingga pemantauan dan penanganan di lokasi menjadi sangat penting.

Baca juga  Punya Kekayaan SDA Mineral, Indonesia Jadi Raja Industri Dunia

Di tengah situasi tersebut, kewaspadaan warga tetap diperlukan. Titik api yang belum sepenuhnya padam berpotensi menyala kembali dan merambat ke area lain, terutama ketika masih terdapat rumput kering, dedaunan, dan ranting yang mudah terbakar.

Masyarakat diharapkan tetap mengutamakan keselamatan, menghindari tindakan pemadaman yang berisiko tanpa perlengkapan memadai, serta segera berkoordinasi dengan petugas terkait apabila ditemukan titik api baru atau pergerakan api yang semakin meluas.

Hingga informasi ini disusun, penyebab kebakaran dan luas keseluruhan area yang terdampak belum diketahui secara pasti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *