HeadlineMaluku Utara

Kebakaran Hutan dan Lahan di Taliabu Utara, Kebun Cengkeh hingga Kakao Warga Dilalap Api

×

Kebakaran Hutan dan Lahan di Taliabu Utara, Kebun Cengkeh hingga Kakao Warga Dilalap Api

Sebarkan artikel ini
Screenshot

TALIABU UTARA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan hutan dan perkebunan masyarakat Desa Tikong, Nunu, Padang, Ufung, dan wilayah sekitarnya di Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu. Jumat (09/10/26)

Kobaran api yang belum diketahui asal-usul dan penyebabnya itu menghanguskan lahan serta mengancam sumber penghidupan masyarakat.

Si jago merah seolah tak mengenal batas. Api merambat di kawasan vegetasi dan perkebunan warga, di sejumlah titik, melalap tanaman produktif yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan ekonomi masyarakat.

Sejumlah tanaman perkebunan, mulai dari cengkeh, kakao, Kelapa hingga berbagai jenis tanaman lainnya dilaporkan terbakar dan ludes tanpa tersisa di lahan yang terdampak.

Baca juga  Ratusan Warga Desa Sahu Bergotong Royong Padamkan Karhutla perkebunan Tikong-Nunu

Peristiwa ini bukan sekadar tentang hutan yang terbakar. Di balik kobaran api, ada kerja keras petani yang dipertaruhkan, ada waktu bertahun-tahun untuk merawat tanaman, serta ada harapan keluarga yang bergantung pada hasil kebun.

Bagi masyarakat di wilayah pedesaan Taliabu Utara, perkebunan bukan hanya hamparan tanah yang menghasilkan komoditas. Ia merupakan sumber pendapatan, penopang kebutuhan rumah tangga, sekaligus investasi jangka panjang yang diwariskan melalui kerja dan ketekunan.

Ketika api melahap tanaman produktif, kerugian yang muncul tidak berhenti pada tanaman yang hangus, tetapi juga menyangkut hilangnya potensi pendapatan masyarakat untuk waktu yang tidak singkat.

Baca juga  DPD GMNI Gorontalo Nyatakan Dukungan Penuh untuk Kongres Nasional XXII di Bandung

Hingga berita ini disusun, asal mula dan penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Belum dapat dipastikan pula luas keseluruhan lahan yang terdampak maupun total kerugian yang dialami para pemilik kebun.

Kondisi ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah, serta instansi terkait. Pendataan terhadap lahan dan tanaman yang terbakar menjadi langkah penting untuk mengetahui skala kerusakan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat terdampak.

Di tengah situasi tersebut, upaya penanganan kebakaran dan pencegahan perlu menjadi perhatian bersama. Masyarakat diharapkan tetap waspada, menghindari aktivitas pembakaran lahan, serta segera melaporkan titik api kepada aparat atau petugas terkait apabila menemukannya.

Baca juga  Mislan Syarif Desak Pemerataan Pembangunan: Taliabu Jangan Terus Menjadi Anak Tiri

Karhutla di Taliabu Utara menjadi pengingat bahwa kebakaran lahan bukan semata-mata persoalan api dan asap. Ada keberlanjutan lingkungan, keselamatan masyarakat, dan masa depan ekonomi warga yang ikut dipertaruhkan.

Ketika kebun cengkeh, kakao, dan sayuran hangus dilalap api, yang terbakar bukan hanya tanaman, melainkan juga harapan petani yang telah lama tumbuh bersama tanah mereka. Karena itu, penanganan kebakaran, penyelidikan penyebab, dan perlindungan terhadap masyarakat terdampak perlu segera mendapat perhatian.

Catatan redaksi: Informasi mengenai luas lahan terbakar, jumlah pemilik kebun terdampak, total kerugian, dan penyebab kebakaran masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *