Headline

Karhutla Perkebunan Salome, Ratusan Pohon Cengkeh Warga Tikong dan Nunu Hangus

×

Karhutla Perkebunan Salome, Ratusan Pohon Cengkeh Warga Tikong dan Nunu Hangus

Sebarkan artikel ini

TALIABU UTARA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan perkebunan Salome, wilayah Desa Tikong dan Desa Nunu, Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu, sejak Senin, 5 Oktober 2026, terus menjadi ancaman bagi perkebunan masyarakat.

Ratusan pohon cengkeh milik warga dilaporkan hangus dilalap api yang merambat di tengah kawasan hutan dan lahan perkebunan.

Pantauan di lokasi menunjukkan, upaya pemadaman masih dilakukan secara swadaya oleh warga setempat. Tanpa dukungan peralatan pemadam yang memadai, masyarakat bahu-membahu berusaha menjinakkan api menggunakan peralatan sederhana yang tersedia di lingkungan mereka dari pagi hingga menjelang pagi.

Baca juga  DPD IMM Gorontalo Ultimatum Kapolda: Jangan Hanya Menunggu Masa Pensiun di Sini

Tangki penyemprot hama, galon berkapasitas lima liter, serta berbagai wadah penampung air lainnya dimanfaatkan untuk mengangkut air menuju titik-titik kebakaran.

Di tengah keterbatasan tersebut, warga berupaya memutus perambatan api agar tidak semakin meluas dan menghanguskan lebih banyak tanaman produktif.

Namun, perjuangan warga menghadapi kebakaran tidak berjalan mudah. Medan perkebunan yang terjal, akses menuju titik api yang sulit, serta terbatasnya sumber air menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.

Baca juga  FPI-G Desak Penambahan Tersangka Kasus Korupsi Kota Tua, Tuding Ada Intervensi Politik

Sementara itu, api terus merambat dengan cepat, melahap vegetasi hutan dan pohon-pohon cengkeh yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat.

Kondisi ini membuat upaya pemadaman membutuhkan tenaga ekstra, koordinasi, dan kewaspadaan warga yang terlibat langsung di lapangan.

Bagi masyarakat setempat, pohon cengkeh bukan sekadar tanaman perkebunan. Di balik setiap pohon yang tumbuh, terdapat waktu bertahun-tahun yang dihabiskan untuk merawat, menunggu masa panen, dan menggantungkan harapan pada hasil kebun.

Baca juga  Polres Taliabu Kerahkan 30 Personel Padamkan Karhutla Perkebunan Salome Tikong-Nunu

Ketika api menghanguskannya dalam waktu singkat, kerugian yang ditimbulkan bukan hanya kehilangan tanaman, tetapi juga ancaman terhadap pendapatan dan keberlangsungan ekonomi keluarga.

Peristiwa di perkebunan Salome memperlihatkan bagaimana masyarakat harus berhadapan langsung dengan bencana menggunakan kemampuan yang terbatas. Semangat gotong royong memang menjadi kekuatan warga.

Di tengah kobaran api yang terus mengancam kawasan perkebunan Salome, warga Tikong dan Nunu masih berupaya mempertahankan kebun mereka dengan peralatan seadanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *