Headline

Dini Hari Api Kembali Berkobar di Salome, Ipda Umral Badal Pimpin Personel Menuju Lokasi

×

Dini Hari Api Kembali Berkobar di Salome, Ipda Umral Badal Pimpin Personel Menuju Lokasi

Sebarkan artikel ini

TAJUKSATU.ID, Taliabu – Saat sebagian warga terlelap, api kembali berkobar di perkebunan Salome, kawasan perkebunan masyarakat Desa Tikong dan Nunu, Kabupaten Pulau Taliabu, Kamis (15/10/2026) dini hari, sekitar pukul 01.22 WIT.

Empat warga relawan yang berjaga di Posko Salome melihat kobaran api tersebut. Tanpa menunggu lama, mereka segera menyampaikan informasi melalui grup WhatsApp agar warga dan relawan mengetahui munculnya titik api baru.

Informasi itu langsung direspons personel Polres Pulau Taliabu yang dipimpin KBO Samapta, Ipda Muhamad Umral Badal.

Baca juga  Soroti Adat Mopotilolo, Presiden BEM UBM: Ini Marwah Budaya Gorontalo

Saat itu, mereka berada di Desa Nunu dan segera bergerak menuju arah sumber api bersama sejumlah warga relawan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Anggota Kepolisian Polres Taliabu bersama warga relawan karhutla siaga di perkebunan warga (sumber foto Tajuksatu.id)
Anggota Kepolisian Polres Taliabu bersama warga relawan karhutla siaga di perkebunan warga (sumber foto Tajuksatu.id)

Dalam kondisi tubuh yang telah dilanda kelelahan setelah berulang kali membantu pemadaman, personel kepolisian dan warga kembali menembus gelapnya malam menuju kawasan perkebunan.

Namun, upaya menjangkau titik api tidak berjalan mudah. Medan yang terjal di lereng perbukitan membuat perjalanan semakin sulit. Di tengah keterbatasan tenaga dan kondisi alam, mereka berupaya mendekati lokasi untuk memastikan sumber kobaran api.

Baca juga  Donasi Sukarela Karhutla Perkebunan Warga Tikong–Nunu, ini Laporanya

Tak berselang lama, kobaran api mulai meredup dengan sendirinya. Kondisi tersebut membuat Ipda Muhamad Umral Badal memutuskan kembali ke Posko Salome bersama personel dan warga relawan untuk berjaga sekaligus memantau kemungkinan munculnya api kembali.

Selama sekitar tiga jam berikutnya, pemantauan tetap dilakukan. Setelah kobaran api terlihat meredup, personel kemudian kembali ke desa untuk beristirahat dan memulihkan tenaga.

Rencana berikutnya, pada Kamis pagi, personel bersama warga akan kembali menyisir kawasan perkebunan Salome hingga Air Samumu. Penyisiran itu dilakukan untuk memeriksa kemungkinan masih adanya bara api di batang-batang pohon yang terbakar.

Baca juga  Kebakaran Hutan dan Lahan di Taliabu Utara, Kebun Cengkeh hingga Kakao Warga Dilalap Api

Bara yang tersisa menjadi perhatian karena dapat memicu kobaran baru, terutama ketika kondisi di sekitar lokasi masih memungkinkan api kembali menyebar.

Di tengah malam yang melelahkan, kebakaran di Salome kembali mengingatkan bahwa padamnya kobaran api belum tentu menandakan bahaya telah berakhir.

Selama bara masih tersimpan di balik batang pohon atau material yang terbakar, kewaspadaan warga dan petugas tetap diperlukan untuk mencegah api kembali membesar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *