TAJUKSSATU.ID, Taliabu Utara – Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Nunu resmi terbentuk dan telah diambil sumpah jabatannya pada Sabtu, 7 November 2026. Pembentukan panitia yang diselenggarakan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tersebut berlangsung khidmat dan tertib di Kantor Desa Nunu.
Pengambilan sumpah dipimpin langsung oleh Ketua BPD Nunu, Darmawan, serta dihadiri sejumlah elemen pemerintahan desa, mulai dari perangkat desa, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), tokoh masyarakat hingga unsur pemuda dan Bhabinkamtibmas.

Dalam arahannya, Darmawan Suyadi S.T, menyampaikan bahwa pembentukan panitia merupakan langkah awal untuk memastikan terselenggaranya Pemilihan Kepala Desa Nunu definitif secara jujur, transparan, dan adil.
“Saya berharap seluruh panitia yang telah dibentuk dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal, mulai dari tahapan persiapan, pelaksanaan pemilihan hingga proses pelantikan kepala desa terpilih,” Tuturnya.
Menurut Darmawan, keberhasilan pemilihan kepala desa tidak hanya ditentukan oleh terlaksananya proses pemungutan suara, tetapi juga oleh kemampuan panitia menjaga kepercayaan masyarakat terhadap seluruh tahapan pemilihan.
Karena itu, ia menegaskan pentingnya netralitas dan integritas setiap anggota panitia. Seluruh panitia diminta tidak berpihak kepada kepentingan kelompok atau calon tertentu, sehingga prinsip keadilan dapat benar-benar diwujudkan dalam proses demokrasi di tingkat desa.

“Saya minta agar panitia dapat menjaga integritas dan nertralitas, tidak berpihak kepada kepentingan kelompok atau calon tertentu”, tegas Darmawan.
Selain menjaga netralitas, Darmawan juga mengingatkan agar seluruh tahapan pemilihan dilaksanakan berdasarkan ketentuan dan pedoman yang berlaku, khususnya Peraturan Daerah (Perda), Peraturan Bupati (Perbup), serta petunjuk teknis lainnya.
Pembentukan panitia ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan proses demokrasi di Desa Nunu. Dengan terbentuknya panitia, masyarakat kini menaruh harapan agar seluruh rangkaian pemilihan kepala desa dapat berjalan secara tertib, terbuka, dan menghasilkan pemimpin definitif yang memperoleh legitimasi dari masyarakat.
“Ke depan, konsistensi panitia dalam menjaga profesionalitas, netralitas, dan keterbukaan akan menjadi salah satu penentu kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pilkades Nunu”, Tutupnya.












