TAJUK1.ID – Suasana di kalangan penambang emas tanpa izin (PETI) Kabupaten Pohuwato kembali memanas. Rabu 24/12/25
Sebuah nama misterius mencuat dan memperkeruh tensi ‘Ko Haji.’ Sosok yang disebut-sebut sebagai anggota polisi berpangkat AKP yang berdinas di Mapolda Gorontalo itu ramai dibicarakan karena diduga kerap membekingi aktivitas PETI milik YR.
Nama “Ko Haji” beredar cepat di antara para penambang seperti bisik gelap di lorong-lorong operasi ilegal. Namun identitas asli sosok ini belum terungkap.
‘Ko Haji’ adalah sosok yang di duga perjangan tangan dari petinggi untuk menerima setoran dari hasil PETI oleh kelompok YR.
Tidak ada yang tahu nama sebenarnya, dari mana pengaruh serta keberaniannya berasal, dan seberapa dalam keterlibatannya di lapangan.
“Siapa sebenarnya Ko Haji? Itu masih misteri,” ujar salah seorang warga Pohuwato yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Menurut warga tersebut, pembicaraan tentang figur ini muncul setiap kali ada isu penertiban PETI, namun tak pernah sampai ke permukaan secara terang.
Dugaan keterlibatan oknum aparat ini menambah panjang daftar persoalan penegakan hukum terhadap PETI di Pohuwato, sebuah wilayah yang sudah lama dibayangi aktivitas tambang ilegal, konflik kepentingan, dan jejaring gelap yang sulit diputus.
Di tengah desakan publik agar kepolisian menindak tegas para pelaku, rumor mengenai “Ko Haji” menjadi bayang-bayang yang sulit diabaikan.
Masyarakat berharap misteri “Ko Haji” segera dibuka terang agar penegakan hukum terhadap PETI tidak terus berada di bawah bayang-bayang kepentingan tersembunyi.
Fenomena ini sekaligus memperlihatkan betapa kompleksnya persoalan tambang ilegal di Pohuwato.
Di tengah ketidakpastian, satu pertanyaan terus menggantung di udara, siapa sebenarnya Ko Haji dan seberapa besar kekuasaannya di balik operasi PETI yang terus menggurita?












