Bone Bolango

Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Gorontalo Siap Turun Jalan, Soroti Dugaan Provokasi di Tambang Suwawa

×

Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Gorontalo Siap Turun Jalan, Soroti Dugaan Provokasi di Tambang Suwawa

Sebarkan artikel ini

TAJUKSATU.ID –  Riak ketegangan yang belakangan mengemuka di wilayah pertambangan rakyat Suwawa mulai menarik perhatian publik yang lebih luas. Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Gorontalo dikabarkan akan menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah titik pada senin 11 Mey 2026 sebagai bentuk respons terhadap dugaan provokasi yang dilakukan oleh seorang oknum berinisial “RB”, yang dinilai berpotensi memecah stabilitas sosial masyarakat penambang di Kabupaten Bone Bolango.

Rencana aksi tersebut tidak sekadar menjadi agenda demonstrasi biasa. Di tengah situasi sosial yang dinilai semakin sensitif, aliansi mahasiswa dan rakyat gorontalo membawa pesan yang lebih besar: menjaga ruang hidup masyarakat penambang dari konflik horizontal yang sewaktu-waktu dapat meledak akibat provokasi dan informasi yang tidak terkendali.

Koordinator lapangan aksi, Novan Lahmudin, mengatakan bahwa demonstrasi yang akan digelar merupakan bentuk kepedulian masyarakat sipil terhadap kondisi keamanan dan persatuan warga di kawasan pertambangan Suwawa. Menurutnya, negara tidak boleh lamban membaca potensi konflik di tengah masyarakat.

Baca juga  Jembatan Gantung Desa Tulabolo Rusak, Pemprov Gorontalo Gantung Harapan Warga

“Ketika ada dugaan provokasi yang berpotensi memecah masyarakat, maka aparat penegak hukum wajib hadir lebih awal sebelum situasi berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Kami tidak ingin masyarakat penambang dijadikan korban dari kepentingan tertentu,” ujar Novan saat memberikan keterangan kepada awak media.

Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Gorontalo menyampaikan tujuh tuntutan utama yang akan dibawa dalam aksi tersebut.

Poin pertama, mereka mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan terhadap dugaan tindakan provokasi yang dilakukan oleh oknum berinisial “RB”. Aliansi menilai langkah hukum perlu dilakukan secara cepat dan transparan agar persoalan tidak berkembang menjadi keresahan publik yang berkepanjangan.

Selain itu, massa aksi meminta Kepolisian bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Bone Bolango segera mengambil langkah konkret guna mencegah munculnya konflik horizontal di wilayah pertambangan Suwawa. Menurut mereka, situasi di kawasan tambang rakyat sangat rentan terhadap gesekan sosial apabila tidak ditangani secara hati-hati dan berkeadilan.

Baca juga  Jangan Terbuai Janji PT GM, Baca Ini Kalau Tidak Percaya

Aliansi juga menyoroti pentingnya peningkatan pengawasan dan pengamanan di kawasan pertambangan. Mereka meminta aparat keamanan memperkuat langkah preventif demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif, terutama di tengah meningkatnya dinamika sosial di lapangan.

Tidak hanya itu, massa aksi secara tegas menolak segala bentuk adu domba, intimidasi, provokasi, maupun penyebaran informasi yang berpotensi memecah persatuan masyarakat penambang. Bagi mereka, ruang sosial masyarakat Suwawa tidak boleh dirusak oleh kepentingan yang mengorbankan solidaritas warga.

Dalam tuntutan berikutnya, Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Gorontalo mendesak aparat penegak hukum agar memproses setiap pihak yang terbukti memicu konflik dan mengganggu ketertiban umum sesuai hukum yang berlaku tanpa tebang pilih. Mereka menegaskan bahwa supremasi hukum harus berdiri di atas semua kepentingan.

Baca juga  Rakyat Melawan GM Bukan Karena Pesanan, Tapi Murni Kecemasan Akan Hilangnya Masa Depan

Di tengah situasi yang dinilai semakin sensitif, massa aksi juga mengajak seluruh masyarakat Suwawa agar tetap menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Persaudaraan antarwarga, menurut mereka, harus tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas daerah.

Terakhir, Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Gorontalo menuntut adanya jaminan perlindungan keamanan bagi masyarakat penambang agar dapat menjalankan aktivitas secara aman tanpa ancaman maupun tekanan dari pihak tertentu. Mereka menilai rasa aman adalah hak dasar masyarakat yang wajib dijamin oleh negara.

Rencananya, aksi unjuk rasa tersebut akan digelar dalam waktu dekat dengan melibatkan berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat sipil di Gorontalo. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Bone Bolango terkait tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *