Gorontalo Jumat (19/12/25) – Upaya pemberian hak jawab atas proses Bipartit terhadap Mandiri Utama Finance (MUF) Cabang Gorontalo justru berujung ironi.
Jurnalis TAJUK1.id yang mendatangi langsung kantor MUF untuk menemui kepala cabang, tak mendapat akses sebagaimana mestinya sebuah perusahaan yang mengklaim diri profesional.
Kedatangan wartawan tersebut dilakukan untuk mengonfirmasi pernyataan Isman Dunggio, kuasa hukum mantan karyawan MUF, yang tengah memperjuangkan hak kliennya melalui mekanisme Bipartit. Namun, upaya itu mentok di pintu depan kantor.
Alih-alih difasilitasi, wartawan TAJUK1.id justru dihadapkan pada prosedur yang terasa janggal. Petugas keamanan menyampaikan bahwa pertemuan dengan kepala cabang harus melalui janji terlebih dahulu.
Masalahnya, ketika wartawan meminta kontak atau nomor telepon kepala cabang untuk keperluan membuat janji, tidak satu pun karyawan bersedia atau berani memberikannya.
Situasi ini bukan terjadi sekali. Pada kunjungan sebelumnya, wartawan TAJUK1.id telah lebih dulu meminta akses informasi kontak pimpinan cabang.
Jawaban yang diterima tetap sama: tidak bisa, tidak tahu, dan tidak berani. Sebuah sikap yang menimbulkan tanda tanya besar apakah kepala cabang MUF Gorontalo sosok yang benar-benar ada, atau sengaja disembunyikan dari publik?
Bagi jurnalis TAJUK1.id, perlakuan tersebut bukan sekadar penolakan wawancara, melainkan kesan dipermainkan secara terbuka.
Di satu sisi diminta membuat janji, di sisi lain akses untuk membuat janji itu sendiri ditutup rapat. Sebuah lingkaran absurd yang sulit dinalar oleh akal sehat.
Padahal, hak jawab adalah prinsip dasar dalam kerja jurnalistik dan bagian dari etika korporasi.
Ketika sebuah perusahaan memilih bersembunyi di balik security dan ketakutan internal karyawan, publik berhak menilai sendiri kualitas tata kelola dan profesionalisme yang dijalankan.
Sikap MUF Cabang Gorontalo ini dinilai mencerminkan pelayanan yang bobrok, tidak transparan, dan jauh dari standar perusahaan pembiayaan yang seharusnya terbuka terhadap klarifikasi, terlebih menyangkut sengketa ketenagakerjaan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak MUF Cabang Gorontalo belum memberikan keterangan resmi.
TAJUK1.id menegaskan akan terus membuka ruang hak jawab, jika perusahaan tersebut pada akhirnya bersedia keluar dari persembunyian administratifnya dan berbicara secara terbuka kepada publik.












