Headline

Kabut Asap Selimuti Desa Tikong dan Nunu, Warga Cemas Ancaman ISPA

×

Kabut Asap Selimuti Desa Tikong dan Nunu, Warga Cemas Ancaman ISPA

Sebarkan artikel ini

TALIABU UTARA – Kabut asap menyelimuti Desa Tikong dan Desa Nunu, Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, menyusul kebakaran hutan dan lahan perkebunan yang terjadi sejak Senin, 5 Oktober 2026.

Kondisi ini mulai menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat, terutama terhadap dampak asap bagi kesehatan.

Asap yang menyebar di sekitar permukiman menjadi perhatian warga. Di tengah aktivitas sehari-hari, masyarakat harus menghadapi kondisi udara yang tercampur asap akibat kebakaran yang melanda kawasan hutan dan perkebunan milik warga.

Kekhawatiran tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lahan dan tanaman perkebunan yang terbakar. Warga juga mulai memikirkan dampak yang mungkin ditimbulkan terhadap kesehatan, terutama risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Baca juga  Advokasi Kasus Dugaan Korupsi, Fahrul : Saya Diancam Pidana dan Harus Minta Maaf ?

Kecemasan tersebut terlihat dari percakapan di sejumlah grup WhatsApp warga desa. Imbauan untuk saling menjaga kesehatan, mengurangi aktivitas di luar rumah, serta memperhatikan kondisi anak-anak dan anggota keluarga lainnya mulai disampaikan dari satu warga kepada warga yang lain. Sabtu (10/10/26)

Di tengah situasi ini, komunikasi melalui grup WhatsApp menjadi salah satu cara masyarakat untuk berbagi informasi dan mengingatkan sesama.

Pesan-pesan tersebut menunjukkan bahwa persoalan kebakaran tidak lagi semata-mata menyangkut lahan yang terbakar, tetapi juga menyangkut kenyamanan dan keselamatan warga yang tinggal di sekitar lokasi terdampak.

Baca juga  Dugaan Korupsi Proyek Revitalisasi MT Haryono: Aktivis Desak Kejari Gorontalo Periksa Nama-Nama Baru

Kebakaran yang berlangsung selama beberapa hari terakhir juga memperlihatkan besarnya tantangan yang dihadapi masyarakat dalam menghadapi bencana dengan peralatan pemadaman yang terbatas.

Sebelumnya, warga dari sejumlah desa turut bergotong royong membantu upaya pemadaman api di kawasan perkebunan.

Kini, ketika kabut asap mulai menyelimuti permukiman, perhatian masyarakat semakin tertuju pada kondisi udara yang mereka hirup setiap hari.

Paparan asap kebakaran dapat mengganggu saluran pernapasan, terutama pada anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan.

Karena itu, warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan saat asap pekat, menggunakan masker yang sesuai ketika harus keluar rumah, dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang memburuk.

Baca juga  Puluhan Massa Demo di Polda Gorongalo Desak Penangkapan Aktor Tambang Ilegal Pohuwato

Bagi warga Tikong dan Nunu, persoalan ini menjadi pengingat bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak berhenti pada pohon yang hangus atau tanaman perkebunan yang rusak.

Dampaknya dapat meluas hingga ke rumah-rumah warga, mengganggu aktivitas sehari-hari, dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan keluarga.

Di tengah kondisi tersebut, kepedulian dan gotong royong tetap menjadi kekuatan masyarakat. Namun, kewaspadaan warga perlu diikuti langkah penanganan yang terkoordinasi agar kebakaran dapat dikendalikan dan risiko kesehatan akibat kabut asap dapat diminimalkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *