Bone Bolango

Mahasiswa KKN UNG dan Karang Taruna Hidupkan Tradisi Tumbilotohe di Mamungaa Timur

×

Mahasiswa KKN UNG dan Karang Taruna Hidupkan Tradisi Tumbilotohe di Mamungaa Timur

Sebarkan artikel ini
Foto : Mahasiswa KKN Universitas Negeri Gorontalo bersama Karang Taruna menghidupkan tradisi Tumbilotohe di Desa Mamungaa Timur, Bone Bolango.
Foto : Mahasiswa KKN Universitas Negeri Gorontalo bersama Karang Taruna menghidupkan tradisi Tumbilotohe di Desa Mamungaa Timur, Bone Bolango.

Tajuk1.id, Bone Bolango – Tradisi Tumbilotohe kembali semarak di Desa Mamungaa Timur, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, Selasa malam (26/3/2025). Ratusan warga memadati lapangan desa untuk mengikuti ritual menyalakan lampu minyak tanah yang menjadi simbol budaya dan spiritualitas masyarakat Gorontalo menjelang Idulfitri.

Kegiatan ini digagas oleh mahasiswa Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Gorontalo yang tengah menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) MBKM Terintegrasi. Mereka berkolaborasi dengan Karang Taruna Desa Mamungaa Timur dalam merancang perayaan Tumbilotohe dengan sentuhan inovatif tanpa meninggalkan makna tradisional.

“Kami ingin memperkenalkan kembali makna Tumbilotohe kepada generasi muda dan menjadikannya sebagai momen kebersamaan yang positif di tengah masyarakat,” kata Ketua Kelompok KKN, I Gede Wahyu Mokodompit.

Tumbilotohe—yang berarti “menyalakan lampu” dalam bahasa Gorontalo—merupakan tradisi malam keagamaan yang dilangsungkan selama tiga malam terakhir Ramadan. Warga biasanya menyalakan lampu-lampu minyak tanah di jalan, halaman rumah, dan masjid sebagai simbol penyambutan malam Lailatul Qadar.

Menara lampu tumbler dan LED yang dibangun oleh para mahasiswa menjadi pusat perhatian warga. Area sekitarnya juga dihias dengan tonggolo’opo—lampu botol minyak tanah yang disusun rapi di pinggir lapangan. Suasana hangat dan semarak menyelimuti malam tersebut, menciptakan nuansa religius dan kekeluargaan.

Kepala Desa Mamungaa Timur, Rosihan Kaluku, S.Kom., menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa. “Kegiatan Tumbilotohe ini tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga mempererat silaturahmi antarwarga. Kami berterima kasih atas inisiatif dan kerja sama para mahasiswa,” ujarnya saat membuka acara.

Tradisi ini, meskipun telah tergerus perkembangan teknologi, tetap menjadi identitas kultural masyarakat Gorontalo yang diwariskan lintas generasi. Kehadiran mahasiswa KKN dinilai membawa semangat baru dalam menghidupkan budaya yang nyaris terlupakan ini.

Acara berlangsung hingga larut malam, diiringi tawa anak-anak dan lantunan takbir yang mulai menggema. Tradisi Tumbilotohe kembali menjadi denyut cahaya peradaban lokal yang tak lekang oleh zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *