Maluku Utara

Rayakan HUT RI ke-81, SMPN 6 dan SD Naskat Nunca Kolaborasi Dorong Pendidikan Berkarakter

×

Rayakan HUT RI ke-81, SMPN 6 dan SD Naskat Nunca Kolaborasi Dorong Pendidikan Berkarakter

Sebarkan artikel ini

TAJUKSATU.ID, NUNCA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Desa Nunca, Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu, tidak sekadar menjadi perayaan seremonial. Momentum tersebut dimaknai sebagai ruang refleksi bagi dunia pendidikan untuk menumbuhkan nasionalisme, memperkuat karakter, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran.

Upacara peringatan HUT RI ke-81 yang dilaksanakan di halaman SMP Negeri 6 Taliabu Utara merupakan hasil kesepakatan dan kolaborasi antara Kepala SMP Negeri 6 Taliabu Utara, Ahmad Yani Mpay, S.Pd, dan Kepala SD Naskat Nunca, Likuis Lasso, A.Md.

Kolaborasi kedua satuan pendidikan tersebut melibatkan berbagai unsur, sehingga pelaksanaan upacara berlangsung khidmat, lancar, dan tertib. Hadir dalam kegiatan tersebut para guru SMP Negeri 6 Taliabu Utara, SD Naskat Nunca, TK dan PAUD Nunca, pegawai Pustu Nunca, orang tua siswa SMP, serta peserta didik dari jenjang SMP dan SD di Desa Nunca.

Bagi Ahmad Yani Mpay, peringatan kemerdekaan memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar menghadirkan suasana perayaan. Kemerdekaan harus ditempatkan sebagai kesempatan untuk melihat kembali sejauh mana pendidikan telah berjalan dan bagaimana sekolah dapat terus memperbaiki kualitasnya.

Baca juga  UMP Maluku Utara 2025 Naik, Ternate dan Halteng Tetap Tertinggi

“Merayakan HUT RI bukan hanya soal seremonial. Ini harus menjadi momentum untuk merefleksikan proses pembelajaran dan bagaimana kita meningkatkan kualitas pendidikan ke arah yang lebih baik. Kemerdekaan harus kita isi dengan belajar dan berkarya,” ujar Ahmad Yani kepada wartawan

Menurutnya, peserta didik merupakan bagian penting dari perjalanan bangsa. Mereka bukan sekadar penerima pengetahuan di ruang kelas, tetapi generasi yang kelak akan menerima estafet perjuangan dan kepemimpinan bangsa.

Karena itu, semangat nasionalisme tidak cukup dibangun melalui simbol-simbol perayaan. Nasionalisme harus tumbuh melalui kebiasaan belajar, kedisiplinan, tanggung jawab, kreativitas, penghormatan terhadap sesama, serta keberanian untuk menghasilkan karya yang bermanfaat.

“Untuk para guru, peringatan HUT RI ke-81 tahun 2026 ini bukan hanya euforia semata. Bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan belajar dan berkarya, karena kita adalah estafet perjuangan bangsa yang cerdas dan berkarakter,” katanya.

Ia menilai, pendidikan memiliki posisi strategis dalam mengisi kemerdekaan. Jika generasi terdahulu memperjuangkan kemerdekaan dengan pengorbanan dan perjuangan fisik, maka generasi hari ini memiliki medan perjuangan yang berbeda, yakni memperjuangkan kemajuan melalui ilmu pengetahuan, karakter, kreativitas, dan kerja nyata.

Baca juga  Breaking News : Mediasi Klaim Tanah di Desa Tikong Berakhir Buntu

Dalam konteks tersebut, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembentuk ekosistem pendidikan. Kolaborasi antarsekolah, menurut Ahmad Yani, menjadi salah satu cara untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam mendidik generasi.

“Saya bersyukur memiliki guru-guru yang hebat dan mampu berkolaborasi dalam kegiatan peringatan HUT RI ke-81 ini. Hasil kolaborasi kedua sekolah sangat memuaskan. Upacara berjalan dengan khidmat dan lancar,” ujarnya.

Meski dilaksanakan secara sederhana, peringatan tersebut justru memperlihatkan bahwa kemeriahan bukan ukuran utama dalam memaknai kemerdekaan. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap kegiatan mampu meninggalkan kesadaran baru bagi peserta didik bahwa kemerdekaan mengandung tanggung jawab untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

Ahmad Yani juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada para tenaga pendidik, tokoh agama, pemuda, orang tua siswa, pegawai Pustu, serta masyarakat Desa Nunca yang telah memberikan dukungan dan berpartisipasi dalam peringatan HUT RI ke-81.

Baca juga  Dugaan Korupsi Proyek Istana Daerah Pulau Taliabu, Kejati Maluku Utara Tetapkan Dua Tersangka

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa sekolah tidak berada di ruang yang terpisah dari masyarakat. Pendidikan justru tumbuh dari hubungan yang saling menguatkan antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Pendidikan adalah kerja bersama. Sekolah membutuhkan masyarakat, dan masyarakat membutuhkan pendidikan untuk menyiapkan generasi masa depan,” tuturnya.

Peringatan HUT RI ke-81 di Desa Nunca akhirnya tidak hanya menjadi catatan tentang sebuah upacara. Ia menjadi semacam cermin bagi dunia pendidikan: bahwa kemerdekaan akan kehilangan maknanya jika tidak diikuti dengan kesungguhan membangun manusia.

Sebab, kemerdekaan yang diwariskan para pendahulu bukan untuk sekadar dirayakan setiap Agustus. Ia adalah ruang tanggung jawab bagi setiap generasi untuk memastikan bahwa anak-anak bangsa tumbuh dengan pengetahuan, karakter, dan keberanian untuk membawa kehidupan ke arah yang lebih baik.

”Harapan untuk siswa, selalu belajar, disiplin, bergotong royong dengan teman, dan tumbuhkan akhlak dan karakter positif untuk mengisi kemerdekaan ini.” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *