Kota Gorontalo

Bahas RPJMD 2025–2029, DPRD Kota Gorontalo Soroti Pengelolaan Sampah dan Potensi PAD

×

Bahas RPJMD 2025–2029, DPRD Kota Gorontalo Soroti Pengelolaan Sampah dan Potensi PAD

Sebarkan artikel ini

TAJUK1.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gorontalo kembali menggelar pembahasan lanjutan melalui rapat panitia khusus (pansus) terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) mengenai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2025–2029.

Ketua Pansus, Ariston Tilameo, mengungkapkan bahwa rapat kali ini masih fokus pada pendalaman substansi dokumen RPJMD. Salah satu fokus utama adalah merumuskan arah kebijakan strategis pembangunan Kota Gorontalo dalam lima tahun ke depan.

“Pembahasannya masih berjalan. Kami masih memperdalam isi dokumen, termasuk arah kebijakan pemerintah daerah dalam lima tahun ke depan,” kata Ariston, Senin (5/8/2025).

Meski demikian, rapat belum mencapai tahap finalisasi. Ariston menjelaskan bahwa sidang sementara dihentikan dan akan kembali dilanjutkan sesuai agenda yang disusun oleh Sekretariat DPRD Kota Gorontalo.

Baca juga  Ultimatum Wali Kota: Badut Jalanan di Gorontalo Akan Ditertibkan!

Salah satu topik yang cukup menonjol dalam diskusi kali ini adalah terkait tata kelola sampah serta upaya menggali potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi kebersihan.

Baca juga  Uji Coba Satu Arah di Gorontalo Bikin Bingung, Pengemudi Keluhkan Minim Sosialisasi

Dalam rapat, Ariston menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Gorontalo telah menerima sembilan unit kendaraan pengangkut sampah dari program bantuan. Ia berharap kehadiran armada baru ini mampu mendongkrak efektivitas pengelolaan sampah sekaligus memberikan dampak positif terhadap pendapatan daerah.

“Kalau retribusinya naik, pelayanan juga harus naik. Saat ini, dengan adanya sembilan unit kendaraan baru, semestinya persoalan pengangkutan sampah bisa lebih teratasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, dari sisi realisasi pendapatan, Ariston menyebut bahwa capaian PAD Kota Gorontalo hingga pertengahan tahun sudah mencapai angka 51 persen. Ia menilai pencapaian ini cukup menjanjikan dan membuka peluang untuk memenuhi target 100 persen di akhir tahun.

“Ini capaian yang patut diapresiasi. Artinya, jika tren ini berlanjut, PAD kita bisa menembus 100 persen pada akhir tahun. Sumber tertinggi masih berasal dari Pajak Penerangan Jalan,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *